Soal gempa Mentawai, BNPB sebut pengetahuan evakuasi masyarakat masih terbatas
- 3 Maret 2016
Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti perilaku masyarakat dalam
mengungsi sehubungan dengan gempa bumi yang melanda kawasan Kepulauan
Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, pada Rabu (02/03) malam.
Menurut
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di
beberapa daerah khususnya di Kota Padang terjadi kemacetan karena
masyarakat mengungsi dengan kendaraan bermotor.“Adanya kepanikan masyarakat dan kemacetan lalu lintas di masyarakat saat evakuasi adalah manusiawi,” sebut Sutopo dalam keterangannya, seraya merujuk pada gempa yang terjadi pada pukul 19.49 WIB itu.
Meski demikian, lanjut Sutopo, tindakan masyarakat yang masih memaksa untuk melakukan evakuasi dengan kendaraan tanpa mempedulikan kemungkinan terjadinya kemacetan, dapat menyebabkan terlambatnya evakuasi.
Contoh-contoh kasus itu dikuatkan penelitian yang dilakukan Unsyiah dan JICA pada 2012 terhadap perilaku masyarakat dalam melakukan evakuasi saat menerima peringatan dini tsunami.
Dalam penelitian itu diketahui 75% masyarakat mengungsi menggunakan kendaraan bermotor dan sebanyak 78% pengungsi terjebak dalam kemacetan sekitar 20 menit.
Hal ini, kata dia, sangat dipengaruhi oleh pengalaman, pengetahuan, dan pendidikan dan latihan yang dimiliki masyarakat.
Untuk itu, Sutopo mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana untuk berpartisipasi dalam latihan bencana.
Mengungsi ke tempat tinggi
Kepada BBC Indonesia, beberapa saat setelah gempa mengguncang, Zulharman, seorang warga Siberut di Kepulauan Mentawai, mengaku mengungsi ke dataran tinggi."Gempa terasa lebih dari dari lima menit, saat ini sebagian warga masih ada yang mengungsi ke dataran yang lebih tinggi,” ujarnya.
Marjina, warga di Sikakap, kepada kantor berita Associated Press mengatakan bahwa gempa terasa tak begitu kuat, namun peringatan tsunami sempat membuat warga desa panik dan mereka menuju ke tempat-tempat yang lebih tinggi.
Di Padang, Sumatera Barat, gempa juga membuat warga ke luar rumah untuk mencari perlindungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar