Diary Anak Desa

Diary Anak Desa

SELAMAT DATANG DI BLOG SEPRI PRATAMA

SELAMAT DATANG DI BLOG SEPRI PRATAMA SELAMAT DATANG DI BLOG SEPRI PRATAMASELAMAT DATANG DI BLOG SEPRI PRATAMA SELAMAT DATANG DI BLOG SEPRI PRATAMA

Sabtu, 05 Maret 2016

DIARY ANAK KAMPUNG

Gue bersyukur, akhirnya gue bebas dari sekolah gue yang namanya ACSI. Gue sebenarnya menikmati hidup gue disana karena gue punya teman-teman yang gila yang pada akhirnya ngebuat gue gila juga. Gue dulu anaknya waras, baik hati, suka menabung dan tidak sombong. Tapi setelah gue ketemu teman-teman baru, gue jadi gila. Ini karena mereka orangnya liar banget, seliar kuda yang ngebet nikah tapi nggak ada cewek yang mau kawin sama dia. Gue juga punya guru bisnis yang agak nggak waras yang dimana waktu dia ngajar ngebuat gue gila. Kenapa gue bisa gila? Karena kalau beliau ngejelasin kayak orang kumur-kumur dan gue nggak ngerti apa-apa yang dia jelasin.
Gue sekarang sekolah di sekolah yang nggak terkenal dimana orang Singapore sampai nggak mau masuk sekolah disini. Gue bersyukur akhirnya gue bisa menikmati suasana baru dan bakal dapat pengalaman baru tanpa teman-teman gue yang gila. Kegilaan gue bakalan terus ada kalo gue hangout terus sama mereka. Tapi sampai sekarang pun gue masih hangout sama mereka walaupun beda sekolah. Jadi, gue piker kalau kegilaan dalam diri nggak bakalan bisa pergi dalam diri gue.
Sekolah baru, baju baru, celana baru, sepatu baru, celana dalam baru dan pacar baru. Untuk pacar baru, gue masih dalam proses. Bukan berarti gue di sekolah baru, terus gue langsung dapat pacar baru. Di sekolah lama gue dulu aja gue nggak dapat pacar. Mungkin memang nasib cewek-cewek di sekolah lama gue agak beruntung, jadinya mereka nggak ngerasain horornya jadi pacar gue.
Gue selalu berharap sama sekolah baru gue yang sekarang supaya gue dapat pengalaman dan suasana baru. Ini karena gue orangnya cepat banget bosan. Bukan berarti kalau gue bosan terus gue bisa ganti sekolah seenak udel gue. Gue harus pikir matang-matang sebelum gue bisa pindah. Tapi seumur hidup gue, gue belum pernah pindah sekolah karena bosan. Gue belum pernah klarena gue nggak dibolehin sama bokap gue.
Bokap gue pernah bilang,”Jangan pernah sia-siakan kesempatan yang diberikan oleh sekolahmu yang sekarang untuk kamu. Belum tentu juga sekolah yang baru bakalan lebih baik”.
Gue mikir bokap gue ada benarnya juga. Ini juga bisa berlaku bagi kalian-kalian yang lagi bosan sama pacar lu dan berharap dapat pacar baru yang lebih baik. Itu artinya kalian nggak bisa bersyukur dan menghargai pacar lu. Mungkin aja pacar lu sudah memberikan upaya yang terbaik untuk membuatmu senang. Cuma lu mungkin kurang menghargai usahanya.
Sekolah baru artinya teman baru atau kenalan baru. Banyak orang-orang cukup aneh yang bisa gue temui di sekolah ini. Ini karena gue liat teman-teman kelihatan tua-tua semua. Mereka keliatan kayak umur 27 tahunan lebih. Gue baru nyadar, gue nyasar. Akhirnya gue pun muter-muter lagi untuk cari kelas gue dimana. Ini sekolah gede banget. Gue mungkin sudah mutar-mutar sekolah ini lebih dari 10KM. Gue keringetan. Ketek gue sampai nangis. Bulu dada gue tiba-tiba jadi panjang walaupun cuma sehelai.
Akhirnya gue bisa ketemu dimana kelas gue yang benar. Murid-muridnya keliatan seumuran gue semua. Gue duduk dengan manisnya. Pantat gue pun hepi
Dengan kebingungan, salah satu murid dari kelas itu tanya ke gue,”lo dari mana ya? Gue belum pernah liat muka lu sebelumnya? Lo yakin nggak salah kelas?”
“Gue dari kelas T06. Ini benar kelas T06 kan?”, tanya gue dengan muka seperempat ganteng.
“Ini kelas T02. Lo salah kelas”, balas dia
Betis gue marah. Pantat gue marah. Perut gue pun tiba-tiba ikutan marah gara-gara nggak gue kasih makan. Gue tau, ini salah gue.
Gue pun lari dan cari dimana kelas gue. Untungnya gue nggak lari dari kenyataan, kayak orang galau aja. Akhirnya gue berhasil ketemu dimana kelas gue. Kelas berjalan normal, tapi otak gue berjalan nggak normal karena gue nggak ngerti apa-apa sama yang dijelasin oleh profesornya.
Waktu terus berlalu, gue mulai kenal satu persatu orang-orang di kelas gue. Mulai dari yang gila sampai gila banget. Ternyata gue di tempatin di kelas yang nggak normal. Gue sebenarnya senang-senang aja karena gue udah terlatih di sekolah gue yang lama yang dimana banyak orang gilanya.
Di setiap tempat baru, pasti kita dapat teman baru. Itu sudah pasti. Mungkin cuma satu atau dua yang bisa jadi teman lo. Tapi itu sama sekali bukan masalah karena yang penting ada teman yang baik dan tulus tanpa mengharapkan apapun dari lo. Ada beberapa orang yang berpura-pura jadi teman lo karena dia mengharapkan sesuatu dari lo. Gue bersyukur, gue belom pernah sama sekali ketemu orang kayak gini.
Nggak cuma teman baru saja yang bisa lo dapat di sekolah baru. Gebetan baru pun juga pasti dapat. Kecuali lo orangnya pemalu banget sampai-sampai say hello ke cewek saja nggak berani. Mungkin untuk sebagian orang, cewek itu makhluk yang mengerikan. Gue sih setuju. Mereka itu bukan mengerikan saja tapi juga susah dimengerti dan ditebak. Mood mereka juga terkadang bisa gonta-ganti dengan cepat. Mungkin cuma dalam waktu 5 menit, mood mereka bisa saja berubah. Belom lagi kalau mereka lagi PMS, gue milih pergi daripada dekat-dekat sama mereka karena gue takut banget di banting sama mereka. Tapi, walaupun cewek itu makhluk yang susah dimengerti, sudah khodratnya sebagai laki-laki kita tetap bakalan suka sama perempuan, kecuali lo homo atau maho.
Gue termasuk orang yang susah jatuh cinta. Tapi sekalinya gue jatuh cinta, gue bakalan menggila. Bukan menggila terus jadi orang gila tapi lebih tepatnya menggila karena sering galau sendiri di kamar. Untungnya kamar gue punya tempat yang enak untuk ngegalau.
Gue tipe orang yang membedakan antara “suka” dan “jatuh cinta”. Gue orang yang gampang banget untuk suka sama seseorang. Maksud gue tentang “suka” itu nggak jauh dari luarnya saja atau karena wajah cantik yang dia punya. Tapi untuk jatuh cinta itu beda, ini makhluk bisa tiba-tiba mucul di hati gue kapan aja tanpa ada alasan apapun. Mau muka cantik atau jelek, orangnya ngeselin atau gimana pun, rasa jatuh cinta ke cewek bisa aja muncul di gue kapan aja. Tapi ini sangatlah jarang terjadi di gue. Tapi nggak tau kenapa, akhir-akhir ini, makhluk ini mulai muncul lagi di gue.
Tapi untuk kali mungkin sedikit beda. Gue bakalan butuh waktu sebelum gue bisa ngomong,” Gue sayang lo”. BY KAESANG

Diposting oleh Sepri Pratama di 04.46.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

SEPRI PRATAMA

NAMA : SEPRI PRATAMA
TTL : KOTA GAJAH, 29 SEPTEMBER 1999


Baca selengkapnya »
Diposting oleh Sepri Pratama di 04.40.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Pesan Menkes agar Aman Melihat Gerhana Matahari Total

Pesan Menkes agar Aman Melihat Gerhana Matahari Total

Sabtu, 5 Maret 2016 | 09:03 WIB
Shares
KOMPAS/KARTONO RYADI Keindahan Gerhana Matahari Total (GMT) yang banyak diburu orang. Foto ini diambil dari Pantai Penyak, 36 kilometer di selatan Pangkal Pinang, Bangka, Sumatera Selatan, saat terjadi GMT 18 Maret 1988. GMT akan kembali terjadi di wilayah Indonesia pada 9 Maret 2016.
JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena gerhana matahari total 9 Maret 2016 memang sangat dinanti masyarakat Indonesia. Namun, jangan lupakan kesehatan mata saat menyaksikan fenomena langka ini.
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengimbau masyarakat tidak melihat langsung ke arah sinar matahari dengan mata telanjang atau cukup melihat pantulannya saja.
Jika ingin melihat fenomena gerhana matahari total, gunakanlah kacamata yang dapat melindungi mata dari paparan sinar ultaviolet (UV).
"Jangan melihat langsung, pakai kacamata anti ultraviolet. Itu yang paling aman," kata Nila di Gedung Kementerian Kesehatan, Jumat (4/3/2016).
Nila mengatakan, tak semua kacamata hitam yang dijual di pasaran memiliki perlindungan khusus terhadap sinar UV. Untuk itu, kacamata yang dibeli tak sekedar hitam. Bisa juga menggunakan kacamata yang memang dibuat khusus untuk melihat fenomena gerhana matahari.
"Hati-hati karena kacamata hitam belum tentu memiliki anti ultraviolet," lanjut Nila.
Nila yang juga dokter spesialis mata ini menjelaskan, sinar UV dari matahari dapat merusak retina mata jika masuk secara berlebihan. Retina berfungsi menerima cahaya, kemudian dikirim ke otak, dan akhirnya mata bisa melihat warna warni.
"Sinar itu masuk ke mata, bisa membakar. Ibaratnya bisa pergi ke gardu listrik, kalau ultraviolet menyinari gardunya bisa kebakar, jadi enggak bisa lagi mengirim sinyal ke otak," terang Nila.
Gerhana matahari total akan bisa disaksikan di 12 provinsi, di antaranya Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Fenomena langka itu akan berlangsung pada pagi hari.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

  • Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016
Penulis:SEPRI PRATAMA
Editor : SEPRI PRATAMA
Diposting oleh Sepri Pratama di 04.10.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Jadwal Waktu Terjadinya Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 di Indonesia

Jadwal Waktu Terjadinya Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 di Indonesia

Publish On 05 Maret 2016 by Dhani Udo 19:02:25 PM | 
Gerhana Matahari Total
Gerhana Matahari Total akan berlangsung pada 9 Maret 2016 mendatang, dan banyak wilayah di Indonesia ikut bisa lihat fenomena alam ini yang paling akhir kali tertulis berlangsung pada 350 tahun silam. Terjadinya gerhana matahari keseluruhan yang ikut dirasa oleh banyak wilayah di tanah air ini miliki saat yang tidak sama pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Seperti yang ditulis oleh laman resmi BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi serta Geofisika) dan LAPAN (Lembaga Penerbangan serta Antariksa Nasional), gerhana bakal berlangsung mulai pagi hari jam 06. 20 WIB di daerah Palembang dan yang paling lambat berlangsung di lokasi Indonesia sisi Timur, yaitu di Ternate pada jam 08. 53 WIT.
Gerhana matahari total kesempatan ini melintas di selama Samudera Hindia sampai kepulauan Hawaii bersama jalurnya yang diprediksikan yaitu 155-160 kilometer terbentang sampai dengan 1. 200-1. 300 kilometer. Setelah melintas di daerah Palembang, sesudah itu giliran lokasi Bangka Belitung yang akan rasakan terjadinya gerhana matahari keseluruhan pada jam 06. 21 dengan puncak yang akan berlangsung pada jam 07. 30 WIB. Sementara pada lokasi Bengkulu, puncak gerhana matahari total akan berlangsung sekitar jam 07. 19 WIB.
Advertisements
Selain itu, beberapa wilayah Indonesia bagian barat yang turut merasakan gerhana matahari total adalah Tanjung Pandan, kemudian Sampit, juga Palangkaraya. Sementara untuk wilayah Indonesia bagian tengah, khususnya di daerah Balikpapan, gerhana matahari total mulai terjadi sekitar jam 08. 33 WITA. Daerah Palu, Poso, dan Luwuk juga turut menjadi wilayah Indonesia yang mengalami fenomena alam ini.
Di daerah Indonesia bagian Timur sendiri, yang bakal merasakan gerhana matahari total untuk pertama kalinya adalah wilayah Ternate, yaitu jam 08. 36 WIT, dan puncaknya bakal terjadi pada jam 09. 52 WIT. Fenomena gerhana matahari total yang berlangsung di beberapa provinsi di Indonesia itu mempunyai durasi waktu yang berbeda-beda. Waktunya sendiri sekitar 1 sampai dengan 2 menit. Di bawah ini adalah jadwal panjangnya durasi gerhana matahari total 9 Maret 2016 di beberapa bagian wilayah di Indonesia.

Jadwal Waktu Terjadinya Gerhana Matahari Total 9 Maret
Mentawai, 06.20 WIB (1 menit 54 detik).
Palembang, 07.20 WIB (1 menit 52 detik).
Bangka Belitung, 07.21 WIB ( 1 menit 8 detik).
Tanjung Pandan, 07.22 WIB (2 menit 10 detik).
Sampit, 07.27 WIB (2 menit 8 detik).
Palangkaraya, 07.28 WIB (2 menit 29 detik).
Balikpapan, 08.33 WITA (1 menit 9 detik).
Palu, 08.33 WITA (2 menit 4 detik).
Poso, 08.38 WITA (2 menit 40 detik)
Luwuk, 08.41 WITA (2 menit 50 detik)
Ternate, 09.51 WIT (1 menit 9 detik)
Halmahera, 09.45 WIT (1 menit 36 detik

sepripratama.blogspot.com
Diposting oleh Sepri Pratama di 04.05.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

GEMPA MENTAWAI



Soal gempa Mentawai, BNPB sebut pengetahuan evakuasi masyarakat masih terbatas

  • 3 Maret 2016
Kirim
Image copyright Getty
Image caption Warga Kota Padang, Sumatera Barat, ramai-ramai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi sesaat setelah gempa mengguncang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti perilaku masyarakat dalam mengungsi sehubungan dengan gempa bumi yang melanda kawasan Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, pada Rabu (02/03) malam.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di beberapa daerah khususnya di Kota Padang terjadi kemacetan karena masyarakat mengungsi dengan kendaraan bermotor.
“Adanya kepanikan masyarakat dan kemacetan lalu lintas di masyarakat saat evakuasi adalah manusiawi,” sebut Sutopo dalam keterangannya, seraya merujuk pada gempa yang terjadi pada pukul 19.49 WIB itu.
Meski demikian, lanjut Sutopo, tindakan masyarakat yang masih memaksa untuk melakukan evakuasi dengan kendaraan tanpa mempedulikan kemungkinan terjadinya kemacetan, dapat menyebabkan terlambatnya evakuasi.
Image copyright AFP
Image caption Kemacetan terjadi di Kota Padang lantaran sebagian besar warga memilih mengungsi menggunakan kendaraan bermotor.
Dia lalu mencontohkan beberapa kasus di Padang dan Banda Aceh, ketika masyarakat cenderung menuju dataran tinggi yang lokasinya bisa mencapai 1,5 km dibandingkan menggunakan bangunan evakuasi vertikal yang jaraknya hanya beberapa meter dari tempat tinggalnya.
Contoh-contoh kasus itu dikuatkan penelitian yang dilakukan Unsyiah dan JICA pada 2012 terhadap perilaku masyarakat dalam melakukan evakuasi saat menerima peringatan dini tsunami.
Dalam penelitian itu diketahui 75% masyarakat mengungsi menggunakan kendaraan bermotor dan sebanyak 78% pengungsi terjebak dalam kemacetan sekitar 20 menit.
Hal ini, kata dia, sangat dipengaruhi oleh pengalaman, pengetahuan, dan pendidikan dan latihan yang dimiliki masyarakat.
Image copyright EPA
Image caption Gempa yang melanda perairan di kawasan Kepulauan Mentawai berkekuatan 7,8 pada skala Richter dan bisa dirasakan di beberapa tempat di Sumatera.
“Sebagian besar masyarakat yang melakukan evakuasi, tindakannya lebih didasari pada apa yang pernah dialaminya, pengetahuan yang masih terbatas, dan pendidikan dan pelatihan yang juga terbatas. Masih terdapat masyarakat yang merasa perlu mendapatkan kepastian gejala tsunami dengan pergi ke pesisir untuk melihat air surut,” kata dia mengacu pada gempa yang sempat disebut BMKG berpotensi menimbulkan tsunami.
Untuk itu, Sutopo mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana untuk berpartisipasi dalam latihan bencana.

Mengungsi ke tempat tinggi

Kepada BBC Indonesia, beberapa saat setelah gempa mengguncang, Zulharman, seorang warga Siberut di Kepulauan Mentawai, mengaku mengungsi ke dataran tinggi.
"Gempa terasa lebih dari dari lima menit, saat ini sebagian warga masih ada yang mengungsi ke dataran yang lebih tinggi,” ujarnya.
Marjina, warga di Sikakap, kepada kantor berita Associated Press mengatakan bahwa gempa terasa tak begitu kuat, namun peringatan tsunami sempat membuat warga desa panik dan mereka menuju ke tempat-tempat yang lebih tinggi.
Di Padang, Sumatera Barat, gempa juga membuat warga ke luar rumah untuk mencari perlindungan.

Diposting oleh Sepri Pratama di 01.45.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)
animasi bergerak gif
My Widget

Arsip Blog

  • ►  2022 (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2020 (2)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2017 (5)
    • ►  Maret (5)
  • ▼  2016 (27)
    • ►  September (3)
    • ▼  Maret (5)
      • DIARY ANAK KAMPUNG
      • SEPRI PRATAMA
      • Pesan Menkes agar Aman Melihat Gerhana Matahari Total
      • Jadwal Waktu Terjadinya Gerhana Matahari Total 9 M...
      • GEMPA MENTAWAI
    • ►  Januari (19)
My Widget

Mengenai Saya

Sepri Pratama
Lihat profil lengkapku
Myanimasi bergerak gif Widget
SEPRI PRATAMA. Tema Jendela Gambar. Gambar tema oleh andynwt. Diberdayakan oleh Blogger.